gejala TBC tulang

Tuberkulosis atau TB merupakan salah satu jenis penyakit menular yang banyak terjadi di Indonesia. Penyakit tersebut disebabkan oleh masuknya bakteri mycobacterium tuberculosis pada paru-paru seseorang. Meskipun kebanyakan penderita adalah TBC paru, ternyata ada jenis penyakit TBC lainnya yang menyerang tulang belakang. Penyakit tersebut kemudian lebih dikenal dengan nama TBC tulang belakang. 

Ada beberapa gejala TBC tulang belakang yang tidak dialami oleh penderita TBC paru. Karena hal tersebut, Anda perlu mengenali apa saja gejala-gejalanya melalui pembahasan di bawah. Namun sebelumnya, ketahui juga pengertian dan faktor risiko penyebabnya:

gejala TBC tulang
gejala TBC tulang

Pengertian TBC Tulang Belakang

TBC tulang belakang juga dikenal dengan istilah penyakit pott. Artinya penyakit tuberculosis namun terjadi di luar bagian paru-paru yaitu tulang belakang. Pada umumnya bagian tulang belakang yang sering terkena TBC adalah vertebra lumbalis atau pinggang belakang bagian atas dan toraks dada belakang bagian bawah. 

Bakteri penyebab TBC juga bisa terus menyebar hingga ke ruas tulang belakang. Apabila hal tersebut terjadi, maka bisa saja bantalan antara dua ruas tulang belakang ikut infeksi. Bantalan yang terinfeksi bisa membuat jarak dua ruas tulang belakang menjadi sempit bahkan menempel. Akibatnya tulang belakang akan kehilangan kelenturan dan rusak. 

Faktor Risiko Penyebab TBC Tulang Belakang

TBC tulang belakang merupakan salah satu penyakit menular akibat bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut bisa menulari dari percikan air liur penderita TBC yang sedang batuk atau bersin. Apabila seseorang berinteraksi dengan penderita TBC dalam jangka waktu lama, maka risiko tertular juga akan semakin besar. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lainnya yang perlu Anda ketahui yaitu:

  1. Faktor sosial ekonomi yang buruk membuat kualitas hidup buruk sehingga rentan terinfeksi bakteri.
  2. Tinggal di wilayah dengan kasus tuberculosis yang tinggi.
  3. Orang yang masuk kelompok lanjut usia.
  4. Orang yang masuk kelompok orang kekurangan nutrisi.
  5. Penderita HIV yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.
  6. Pecandu obat-obatan atau minuman keras.
  7. Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti penderita ginjal stadium lanjut, kanker, dan diabetes.

Gejala TBC Tulang Belakang

Mereka yang memiliki faktor risiko tinggi terkena tuberculosis harus mengetahui apa saja gejala TBC tulang belakang. Tujuannya agar memudahkan dokter untuk menentukan diagnosis setelah sebelumnya menjalankan serangkaian tes. Beberapa gejala yang terjadi adalah gejala tuberculosis umum, namun ada juga beberapa gejala yang hanya terjadi pada penderita TBC tulang belakang. Langsung saja, berikut ini adalah beberapa gejala yang perlu Anda kenali:

  1. Merasakan sakit punggu di bagian tertentu.
  2. Mengalami penurunan berat badan yang signifikan.
  3. Mengalami anoreksia atau gangguan nafsu makan yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan berat badan.
  4. Mengalami pembungkukan atau kifosis.
  5. Selalu berkeringat di malam hari.
  6. Demam.
  7. Tubuh terasa kaku dan tegang.
  8. Tulang belakang atau gibus mengalami penonjolan.
  9. Apabila saraf terganggu, akan muncul kelainan saraf.
  10. Muncul benjolan pada selangkangan karena abeses. Banyak orang yang mengira bahwa itu hernia karena tampak mirip.

Itulah penjelasan mengenai pengertian, faktor risiko penyebab, dan gejala TBC tulang belakang. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Dokter akan melakukan penanganan yang tepat sesuai dengan gejala yang terjadi. Jika ingin mendapatkan informasi lainnya mengenai tuberculosis, kunjungi saja website resmi TB Indonesia di alamat www.tbindonesia.or.id

Platform tersebut berisi berbagai informasi mengenai penyakit TB di Indonesia. Anda juga bisa melakukan konsultasi secara online melalui formulir E-Konsultasi. TB Indonesia terpercaya karena sudah diakui oleh GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.