apa itu deposito
apa itu deposito

Melakukan perencanaan keuangan yang baik diperlukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang bisa terjadi tanpa diduga sebelumnya. Perencanaan yang baik tentunya memperhatikan bagaimana kedepannya sehingga dana yang dikumpulkan atau digunakan untuk suatu usaha bisa sesuai dengan yang diharapkan kedepannya.

Tentunya untuk bisa mewujudkannya bisa dilakukan salah satunya dengan memilih deposito sebagai perencanaan keuangan yang terbaik. Akan tetapi sebelum melakukan perencanaan keuangan dengan deposito tentunya harus diketahui terlebih dahulu apa itu deposito?

Deposito sendiri merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati dan dipilih karena berbagai keuntungan yang bisa didapatkan kedepannya. Jika dibandingkan dengan tabungan biasa, maka deposito menawarkan berbagai keuntungan yang lebih seperti dari suku bunga yang relatif lebih tinggi dan minimnya resiko yang harus dihadapi jika dibandingkan dengan investasi seperti pada saham atau yang lainnya. 

Akan tetapi sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan deposito, mengetahui lebih jauh mengenai apa itu deposito bisa memberikan banyak pengetahuan penting supaya investasi dalam bentuk deposito yang dilakukan benar-benar mendatangkan keuntungan yang sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai deposito sendiri simak terus pembahasannya berikut.

apa itu deposito
apa itu deposito

Jenis-Jenis Deposito

Secara umum untuk deposito terbagi dalam tiga jenis yang ada di Indonesia. Ketiga jenis tersebut mulai dari deposito berjangka, deposito on call, dan sertifikat deposito, masing-masing mempunyai ketentuan yang berbeda satu sama lainnya. Untuk lebih jelasnya berikut kami bahas satu persatu.

  1. Deposito berjangka. Deposito ini merupakan deposito yang memiliki jangka waktu tertentu untuk bisa melakukan penarikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan saat awal melakukannya. Biasanya antara pihak bank dengan nasabah dengan jangka waktu mulai dari 1 sampai dengan 24 bulan. Deposito ini dimiliki bisa atas nama pribadi atau juga lembaga, dan pihak yang tertera sebagai pemilik ini yang nantinya bisa melakukan pencairan. Pencairan yang dilakukan bisa ditarik langsung ke pihak bank atau bisa juga dikreditkan ke rekening pemilik deposito, tentunya setelah dipotong dengan biaya-biaya yang harus ditanggung pihak nasabah.
  2. Deposito on call. Deposito ini merupakan jenis deposito yang memiliki sertifikat dalam bentuk yang tidak mengacu baik pada perseorangan atau lembaga. Dengan begitu anda bisa melakukan pemindahtanganan akan sertifikat deposito kepada siapapun. Sedangkan untuk pencairannya sendiri bisa dilakukan saat terjadinya jatuh tempo atau bisa juga di setiap bulannya tergantung kesepakatan yang dilakukan.
  3. Sertifikat deposito. Untuk deposito ini pada dasarnya hampir mirip dengan deposito berjangka karena memiliki jangka waktu tertentu. Akan tetapi yang menjadi pembeda pada deposito ini yaitu adanya sertifikat yang diterbitkan dalam bentuk tidak mengacu pada perseorangan ataupun lembaga. Dengan begitu pemindahtanganan sertifikat ini bisa dilakukan kepada siapa saja. Dalam pencairannya sendiri deposito ini bisa dilakukan di awal bulan atau saat jatuh tempo.

Setelah mengetahui berbagai jenis deposito selanjutnya penting diketahui apa saja keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan deposito. Untuk keuntungan sendiri produk deposito ini menawarkan keuntungan salah satunya dengan suku bunga deposito yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan pada umumnya. Pilihan investasi dengan deposito juga lebih aman dan resiko yang kecil karena adanya jaminan dari lembaga resmi seperti LPS jika bank tempat anda melakukan deposito mengalami kerugian. 

Dari itu menjadi penting melakukan deposito di bank yang memang terpercaya dan berpengalaman untuk investasi yang menguntungkan. Pilihan yang tepat untuk hal ini bisa didapatkan dengan melakukan deposito di bank Sinarmas yang menyediakan berbagai layanan dan fasilitas terbaik untuk anda yang ingin berinvestasi dengan deposito menguntungkan.